UCAPAN RAMADHAN

SELAMAT IDUL FITRI REVOLUSI

'Advertisement'
lensakeadilan.id

no-style

BREAKING NEWS

Loading...

Tiga Benua, Satu Panggung: Ujian Perdana John Herdman Bersama Timnas di FIFA Series 2026

Tuesday, February 24, 2026, February 24, 2026 WIB Last Updated 2026-02-24T13:38:17Z

Tiga Benua, Satu Panggung: Ujian Perdana John Herdman Bersama Timnas di FIFA Series 2026
Tiga Benua, Satu Panggung: Ujian Perdana John Herdman Bersama Timnas di FIFA Series 2026

Jakarta – Atmosfer Stadion Gelora Bung Karno dipastikan memanas pada akhir Maret nanti. Indonesia tak sekadar menjadi tuan rumah FIFA Series 2026, tetapi juga membuka lembaran baru bersama pelatih anyar, John Herdman. Turnamen mini yang digelar pada 27 dan 30 Maret ini menghadirkan tiga negara dari konfederasi berbeda—UEFA, OFC, dan CONCACAF—yang siap menguji sejauh mana kesiapan Skuad Garuda di era baru.

Penunjukan Herdman sendiri sebelumnya telah diumumkan PSSI melalui media sosial pada 3 Januari 2026, lalu ditegaskan dalam konferensi pers di Jakarta pada 13 Januari 2026. Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir berdiri berdampingan dengan Herdman, memperkenalkan nahkoda baru yang diharapkan membawa perubahan signifikan bagi tim nasional.

Kini, panggung pembuktian itu benar-benar tiba.

Laga Pembuka Sarat Tantangan

Indonesia akan lebih dulu menghadapi St. Kitts and Nevis pada Jumat, 27 Maret 2026 pukul 20.00 WIB. Meski bukan negara dengan nama besar di kancah dunia, wakil CONCACAF tersebut disebut memiliki identitas permainan khas—mengadopsi gaya sepak bola Inggris dengan transisi cepat dan serangan balik tajam.

Erick Thohir menilai duel perdana ini tak bisa dianggap enteng. Menurutnya, karakter permainan lawan yang lugas dan efisien akan menjadi ujian taktis pertama bagi Herdman dalam meramu strategi.

“Ajang ini bukan sekadar laga uji coba. Para pemain akan langsung dihadapkan pada gaya yang berbeda dari konfederasi berbeda. Ini kesempatan bagus untuk melihat sejauh mana adaptasi tim di bawah pelatih baru,” ujar Erick di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Bagi Herdman, pertandingan ini menjadi momen penting untuk menunjukkan sentuhan awalnya—bagaimana ia mengatur organisasi pertahanan, mengoptimalkan transisi, dan meredam ancaman counter attack.

Potensi Duel Kontras di Laga Berikutnya

Jika Indonesia melewati rintangan pertama, tantangan berikutnya tak kalah kompleks. Pemenang laga Indonesia kontra St. Kitts and Nevis akan berhadapan dengan pemenang pertandingan Bulgaria melawan Kepulauan Solomon.

Dua tim tersebut menghadirkan filosofi permainan yang nyaris bertolak belakang.

Kepulauan Solomon dikenal dengan pemain-pemain lincah dan teknik tinggi. Tradisi futsal serta sepak bola jalanan memberi warna kreatif dalam permainan mereka—cepat, improvisatif, dan atraktif.

Sebaliknya, Bulgaria mewakili karakter Eropa Timur yang disiplin dan pragmatis. Mereka dikenal solid dalam bertahan serta efektif memaksimalkan peluang, terutama lewat kualitas individu.

Kombinasi potensi lawan ini menjadikan FIFA Series 2026 sebagai paket ujian lengkap. Dari gaya British football yang direct, sentuhan teknis khas Oseania, hingga struktur taktis ala Eropa Timur—semuanya tersedia dalam satu turnamen singkat.

Fondasi Era Baru

Bagi PSSI, turnamen ini lebih dari sekadar agenda FIFA Matchday tambahan. Erick Thohir menyebutnya sebagai momentum membangun ulang fondasi tim nasional.

Dengan pelatih baru dan komposisi pemain yang terus berkembang, FIFA Series dipandang sebagai laboratorium kompetitif untuk menguji kedalaman skuad dan fleksibilitas taktik.

“Saya berharap di era pelatih baru ini, timnas bisa memanfaatkan ajang ini untuk membangun kembali kekuatan dan karakter permainan,” kata Erick.

Sorotan publik tentu akan tertuju pada bagaimana Herdman memimpin dari tepi lapangan—gestur, instruksi, hingga keputusan pergantian pemain akan menjadi bahan evaluasi awal.

Jadwal FIFA Series 2026 (Stadion Gelora Bung Karno)

Jumat, 27 Maret 2026

  • Bulgaria vs Kepulauan Solomon – 15.30 WIB
  • Indonesia vs St. Kitts and Nevis – 20.00 WIB

Senin, 30 Maret 2026

  • Perebutan Tempat Ketiga – 15.30 WIB
  • Final – 20.00 WIB

Dengan dukungan publik Jakarta dan atmosfer kandang yang selalu bergelora, Indonesia memiliki peluang emas untuk menunjukkan wajah baru di hadapan dunia. Namun, tiga benua membawa tiga warna permainan berbeda—dan hanya tim yang mampu beradaptasi cepat yang akan berdiri sebagai pemenang.

Liputan lengkap dan analisis mendalam lainnya dapat dibaca di www.lensakeadilan.id

Komentar

Tampilkan

Terkini