• Jelajahi

    Created By mspstore
    Copyright © Lensa Keadilan .ID
    Published By

    UCAPAN RAMADHAN

    no-style

    BREAKING NEWS

    Loading...

    Bumi Ayu Sanur di Hari Ketiga Banjir: Vila Tenggelam, Turis Meninggalkan Jejak

    Thursday, February 26, 2026, February 26, 2026 WIB Last Updated 2026-02-26T12:42:34Z

    Bumi Ayu Sanur di Hari Ketiga Banjir: Vila Tenggelam, Turis Meninggalkan Jejak

    Genangan Tak Kunjung Surut di Ujung Selatan Bali

    Di sepanjang Jalan Bumi Ayu, Sanur, Denpasar, permukaan air menyapu trotoar dan halaman vila beruntai selama tiga hari berturut-turut. Kawasan yang biasanya riuh oleh tamu hotel dan wisatawan asing kini berubah sunyi, hanya sesekali terdengar suara kendaraan melintas pelan di genangan setinggi 20–50 sentimeter, seperti yang dipantau langsung oleh wartawan pada Kamis (26/2/2026). Air yang tak segera surut mengubah lanskap jalan sepanjang lebih dari setengah kilometer ini menjadi semacam kanal semula jadi di tengah kawasan wisata kelas atas di Bali Selatan.

    Bumi Ayu Sanur di Hari Ketiga Banjir: Vila Tenggelam, Turis Meninggalkan Jejak

    Turis yang Pergi, Kekhawatiran yang Datang

    Pemandangan berbeda terlihat di beberapa vila di Sanur. Para turis yang awalnya menikmati pagi di teras berubah memilih meninggalkan penginapan mereka. Seorang pelaku usaha wisata lokal mengatakan bahwa sejumlah kliennya memutuskan check-out dini setelah banjir merendam vila tempat mereka menginap, lalu berpindah ke hotel di area yang lebih tinggi dan tak terendam. Kawasan itu kini tampak sepi dari aktivitas turis, hanya menyisakan satu-dua orang yang menunggu air surut di warung pinggir jalan.

    Sejarah Rawa, Urbanisasi, dan Ujung Musim Hujan

    Warga sekitar menyebut wilayah Jalan Bumi Ayu dulunya adalah kawasan rawa-rawa, tempat air berkumpul secara alami saat hujan turun deras. Namun sejak akhir 1990-an, vila-vila mulai menjamur di atas tanah itu, meningkatkan beban lingkungan. Kini ketika hujan lebat membawa limpahan air, kawasan itu kembali menjadi “tempat berkumpul air”, hanya dengan konsekuensi yang jauh lebih kompleks: bangunan dan hunian terkena dampak banjir, bukan sekadar kubangan kecil.

    Pasang Laut, Drainase Gagal, dan Alur Air Terhambat

    Menurut pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, kondisi tidak kunjung surutnya banjir di Sanur juga dipengaruhi oleh fenomena pasang-surut laut serta tingginya volume air di Sungai Loloan yang menghambat aliran air darat menuju laut. Curah hujan tinggi yang berlangsung beberapa hari berturut-turut membuat saluran drainase lokal tak mampu menampung debit air yang masuk, sementara pompa penyedot yang dikerahkan petugas masih berjuang mengalihkan genangan ke laut atau sungai terdekat.

    Evakuasi dan Tanggapan Turis Asing

    Tidak hanya warga lokal yang terdampak. Warga asing yang menginap di beberapa vila menyuarakan kekecewaan terhadap sistem drainase di kawasan Sanur yang gagal menahan limpahan air hujan. Beberapa turis menyayangkan kondisi vila yang mereka pilih kini terendam hingga setinggi pinggang orang dewasa—sebuah pengalaman tak terduga di destinasi wisata terkenal dunia ini.

    Apa Arti Banjir Ini bagi Pariwisata Bali?

    Di tengah upaya penyedotan air oleh Damkar dan petugas pemerintah, serta ramalan cuaca yang masih menggantung kemungkinan hujan lebat berlanjut, banjir di Sanur sejak awal pekan menjadi ujian bukan sekadar bagi warga setempat, tetapi juga bagi citra pariwisata Bali yang mengandalkan kenyamanan kunjungan. Beberapa turis memilih pergi lebih awal, sementara pengusaha wisata mengatur ulang jadwal kedatangan tamu mereka sambil berharap agar sistem drainase diperbaiki demi masa depan kawasan ini. Di balik genangan yang tak kunjung surut, tersimpan persoalan struktural yang menunggu solusi berkelanjutan. Untuk analisis lebih mendalam dan perkembangan terbaru, kunjungi www.lensakeadilan.id

    Komentar

    Tampilkan

    Parlementaria

    +