GARUT — Pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus melakukan langkah konkret dalam menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat, khususnya menghadapi intensitas hujan yang meningkat. Salah satu upaya yang saat ini berjalan adalah penguatan sistem drainase perkotaan di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul.
Kepala UPT PUPR Tarogong Kidul, Iwan Hambali, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Dinas PUPR melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) yang difokuskan pada pencegahan dan penanganan banjir di kawasan perkotaan.
“Drainase memiliki peran vital, terutama saat musim hujan. Program ini diarahkan untuk memastikan aliran air tetap lancar sehingga tidak menimbulkan genangan yang berpotensi mengganggu aktivitas dan keselamatan warga,” jelasnya.
Pekerjaan drainase dilakukan di sepanjang Jalan Pembangunan, dimulai dari kawasan Simpang Lima, melewati area rumah sakit, hingga bermuara ke Sungai Cikamiri, termasuk jalur menuju pertigaan Sukapadang. Seluruh titik pekerjaan berada dalam wilayah administratif Kecamatan Tarogong Kidul.
Menurut Iwan Hambali, penanganan difokuskan pada saluran terbuka maupun tertutup yang selama ini menjadi titik rawan tersumbat. Kegiatan ini mulai dilaksanakan sejak Februari dan direncanakan berlangsung hingga triwulan berjalan, dengan penyesuaian berdasarkan kondisi lapangan.
Selain program drainase, PUPR melalui bidang Bina Marga juga secara rutin melaksanakan pemeliharaan infrastruktur jalan setiap bulan. Kegiatan tersebut meliputi pembersihan rumput liar, normalisasi saluran air, serta pemeliharaan Daerah Milik Jalan (Damija), termasuk tebing, bahu jalan, dan saluran pendukung lainnya.
Pada kesempatan yang sama, pihak PUPR menyampaikan apresiasi kepada para pekerja lapangan yang tetap menjalankan tugas di tengah cuaca yang tidak menentu. Apresiasi juga diberikan kepada masyarakat yang turut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Sinergi antara pemerintah, pekerja lapangan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan upaya ini. Kesadaran bersama sangat menentukan kelancaran aliran air dan pencegahan banjir,” ujarnya.
Langkah PUPR ini menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan semata pekerjaan teknis, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial untuk menghadirkan lingkungan yang aman, tertata, dan berkelanjutan bagi masyarakat Tarogong Kidul.
— Lensa Keadilan
Alimudin Garbiz

