MUI Garut Gelar Seminar Bedah Ancaman Narkoba dan Fenomena LGBT di Kalangan Pelajar
Perhatian terhadap masa depan generasi muda dan dunia pendidikan kembali menjadi fokus utama. Kali ini, Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut mengambil langkah strategis dengan menggelar seminar penting bertajuk “Membedah Ancaman Narkoba dan Fenomena LGBT di Kalangan Pelajar”.
Kegiatan ini dirancang untuk merespons berbagai tantangan sosial yang kian mengintai kalangan remaja, khususnya para siswa di tingkat sekolah menengah.
![]() |
| MUI Garut Gelar Seminar Bedah Ancaman Narkoba dan Fenomena LGBT di Kalangan Pelajar |
Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan Seminar MUI Garut
Berdasarkan informasi yang dihimpun, acara ini dijadwalkan berlangsung pada:
- Hari/Tanggal: Kamis, 12 November 2026
- Tempat: Aula MUI Kabupaten Garut, Jl. Pramuka No. 28, Garut Kota
- Peserta: Sekitar 50 orang kepala SMA, SMK, dan MA (baik negeri maupun swasta) se-Kabupaten Garut
Pelibatan para kepala sekolah ini dinilai sangat krusial karena mereka merupakan garda terdepan dalam pengawasan dan pembinaan karakter siswa di lingkungan satuan pendidikan masing-masing.
Dua Sesi Utama: Bahaya Narkoba hingga Perspektif LGBT
Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Garut, Dr. Deden Suparman, MA, menjelaskan bahwa seminar ini dibagi menjadi dua sesi pembahasan utama guna memperkuat pemahaman dunia pendidikan:
1. Sesi Bahaya dan Perkembangan Narkoba di Kalangan Pelajar
Pada sesi pertama, peserta akan mendapatkan pemaparan mendalam mengenai peta kerawanan, ancaman, serta bentuk penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Sesi ini menghadirkan narasumber kompeten dari BNN Kabupaten Garut dan Polres Garut.
2. Sesi Isu LGBT dan Strategi Pendampingan Preventif
Sementara itu, sesi kedua mengangkat isu fenomena LGBT dari berbagai perspektif lintas bidang. Materi ini akan dikupas tuntas oleh praktisi sekaligus dosen UIN Bandung, Dr. Wati Karmila, bersama jajaran Komisi Fatwa MUI Kabupaten Garut, yang juga berfokus pada strategi pencegahan dan pendampingan psikososial.
Peluncuran Buku Panduan & Program “Ajengan Masuk Sekolah”
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, seminar ini bukan sekadar acara seremonial seremonial belaka. Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Garut juga akan meluncurkan:
- Buku Panduan Khusus sebagai pegangan praktis bagi para pendidik.
- Program “Ajengan Masuk Sekolah” sebagai inisiatif nyata agar nilai-nilai keagamaan, moral, dan pembinaan karakter dapat terus hidup dan berlanjut langsung di lingkungan sekolah.
Sekretaris Umum MUI Kabupaten Garut, H. Mohamad Yusup Sapari, S.Pd., M.M.Pd., turut memberikan apresiasi serta dukungan penuh terhadap suksesnya persiapan hingga pelaksanaan program mulia ini.
Pentingnya Kolaborasi Multipihak untuk Perlindungan Anak
Pendidikan sejatinya bukan sekadar mencetak prestasi akademik semata, melainkan tentang pembentukan karakter yang tangguh, pendampingan yang intensif, serta perlindungan menyeluruh bagi generasi penerus bangsa dari berbagai risiko sosial yang destruktif.
Untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat, tentu dibutuhkan sinergi yang kuat antara pihak sekolah, peran aktif orang tua di rumah, serta bimbingan dari lembaga keagamaan.
Menurut Anda, seberapa penting keterlibatan sekolah, orang tua, dan lembaga keagamaan dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman serta mendampingi persoalan generasi muda? Sampaikan pendapat Anda melalui kolom komentar di bawah!

